Skip to content
Quote

Lenyepaneun 12

Lenyepaneun
“*PEPELING KANGGO URANG SAREREA*

Dina awak sakujur tèh aya dua unsur, unsur *jasmani* jeung *ruhani*..
Dina bahasa sunda aya kécap
*JISIM KURING*..
Jisim /jismun hartina Jasad, awak sakujur.
Kuring/Abdi nyaéta Ruhani
Anu ujung-ujungna aya dua oge, nyaéta :

1.JISIM / jasad, bakal *BILATUNGAN*
2. KURING/RUH, bakal *BALITUNGAN*

Kumargi kitu kahadé ulah hayoh waé ngalus-ngalus jasad, sakumaha geulis jeung kasép, da ujung-ujungna pasti *BILATUNGAN*.
Ulah poho ka KURING/ABDI, sabab éta nu bakal *BALITUNGAN*
Riksa Diri, Raksa Awak.. ngarah salamet dunya ahérat.
Di tatar Sunda seueur siloka termasuk kécap *SUNDA* éta ngabogaan harti anu jero..
SUNDA tèh ngandung harti *NU NYUSUN DINA JERO DADA*..
Anu kudu nyusun dina jero dada téh nyaéta kalimat
*لااله الا الله*
jumlahna aya 12 huruf, ngandung Harti Aya *12 kawajiban*, nyaeta *6 kawajiban bathin*, *6 kawajiban dohir*.
Kawajiban bathin nyaeta *Rukun iman 6*. Kawajiban dohir *Rukun Islam 5* jeung *Ikhsan 1*.. Jadi jumlah 12.
Lamun manusa geus *Iman, Islam tur nepi kana Ikhsan*.. ngarasa *neuteup* jeung *di teuteup* Ku Alloh, tangtu eta jalma boga rasa rumasa, salamet hirup jeung kahirupanana.
Sabab teuaya deui cilaka nu pang gedé gedéna, iwal ti *cilaka 12*, nyaéta manusa nu geus teu percaya ka Alloh teu maké Iman, Islam jeung Ihsan. Nu 12 huruf tadi
*لااله الاالله*

Mugi mangfaat kanggo abdi sareng sadayana..salam kasadayana dunya sareng akheratna.  Amin”

Ref: Copas dr Grup WA keluarga AAH.

Membahagiakan Orang Tua di Akhirat

Oleh: _Ust. Ammi Nur Baits_

Setiap anak tentu ingin membahagiakan orang tuanya… Ingin menghajikan orang tuanya, memberi hadiah terbaik bagi orang tuanya.

Namun kita perlu ingat, kebahagiaan itu tidak hanya ada di dunia. *Kebahagiaan yang paling berarti, ketika kebahagiaan itu didapatkan ketika di akhirat*.

Dalam hadis shahih riwayat Hakim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

“Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Karena terheran, kedua orang tuanya bertanya, “Ya Allah, mengapa saya sampai diberi pakaian indah semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.”

Kita bisa bayangkan, betapa bahagianya mereka dengan penghargaan yang Allah berikan kepada mereka, disebabkan *jasa anaknya yang rajin mendekat ke al-Quran*…

Menjadi ahli qur’an berlaku untuk semua usia… kita bisa mulai sejak sekarang…

Jadilah ahli qur’an, untuk membahagiakan orang tua kita ketika di akhirat…

Dialog Hati

(Arsip: Ref WA post from a friend)

DIALOG HATI…

Andai kau tau bagaimana perjuangan seorang pendosa dalam menemukan jalan kembali, tentu kau takkan pernah merasa jemawa dihadapannya.
Kadang iman membawanya pada trap-trap langit.
Kadang pula ia tersungkur, lalu masuk dalam jerat-jerat masa lalu.
Berkali-kali ia bangkit meski berulangkali terjatuh.
Ia tertatih dalam derap langkah..
Mencoba berdiri dan mengemis kasih.
Nafasnya yang tersengal seolah berbisik:
“Ya Allah… Kasihilah aku…
Ya Allah… Terimalah aku..
Ya Allah… Kemana aku akan pergi bila Engkau menolakku..?
Kemana aku mengetuk bila pintu maaf-Mu tak kunjung terbuka..?”

Ohh… Semua bagai lelah tak bertepi..
Bila kau bertemu dengannya, sampaikan salamku untuknya..
Meski aku sadar bahwa diri ini adalah dia.
Doakan agar ia teguh..
Jangan menatapnya dengan pandangan hina.
Jangan pernah merasa lebih baik darinya.
Karena kau tak tau nilai tangis taubatnya di sisi Rabb-mu.

Sekali lagi…
“Jangan pernah merendahkan seorang pendosa yang lemah dihadapan syahwatnya.
Boleh jadi kau tertidur dengan perasaan bangga terhadap amalmu. Sedangkan dia tertidur dengan linangan air mata yang terus membasahi pipinya, sebagai tanda penyesalan atas dosa-dosanya dihadapan Allah. Sehingga Allah berkenan menerimanya karena ketulusan hatinya dan menolakmu karena rasa bangga yang ada pada dirimu.”

ACT El-Gharantaly, حفظه الله تعالى

Hari Jumat & Al-Kahfi

Mutiara Jum’at

Tiga kesalahan yang selalu terulang;
1. Menyia-nyiakan waktu.
2. Berbicara yang tidak perlu.
3. Fokus kepada perkara kurang penting.
——-

‎Hari Jum’at jangan lupa membaca surat 18 Al-Kahfi, mengambil pelajaran darinya dan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam serta banyak berdoa ..
——-

Jum’at dan Shalawat

Perbanyak bershalawat kepada kekasih hati, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam..

“Sesungguhnya orang yang paling utama (untuk berkumpul dan dekat) denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku”.

[HR. At-Tirmizdi, Ibnu Hibban dalam ‘Shahihnya’ dan Abu Ya’la dalam ‘Musnadnya’. Al-Albani menyatakan ‘Hasan’ dalam ‘Shahih Al-Jami’ dan ‘Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib]
————————-

Jum’at dan Al-Kahfi

Disunnahkan Membaca Surat ke 18, Al-Kahfi Setiap Hari Jum’at, Boleh Juga Malam Jum’at.. Jangan Lupa Mengambil Pelajaran Darinya..

Mengapa Membaca Surat 18 Al-Kahfi Setiap Jum’at..?

Agar supaya tertanam dalam hati kita 4 kisah sehingga kita waspada dari 4 fitnah kehidupan..!

1- Kisah Ash-habul Kahfi (ayat 9-26) agar kita waspada dari fitnah agama.

2- Kisah si kaya dan si miskin (ayat 32-44) agar kita waspada dari fitnah harta.

3- Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidlir -Alaihimas Salam (ayat 60-82) agar kita waspada dari fitnah ilmu.

4- Kisah Dzul Qornain dan sikapnya terhadap Ya’juj Wa Ma’juj (ayat 83-98) agar kita waspada dari fitnah kedudukan.

Pendorong dan penghias agar manusia terjerumus ke dalam fitnah-fitnah besar tersebut adalah Iblis.. [Ayat 50]

Solusi dari semua fitnah tersebut terdapat di akhir surat, yaitu:

Iman kepada hari kebangkitan..!
[Ayat110

Diantara Fadhilah Membaca Surat 18 Al-Kahfi;

“مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ.”

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya akan memancar cahaya terang yang menyinari dirinya di antara kedua Jum’at”.

(HR. Al-Hakim (2/399), Al-Baihaqi (3/249).
Berkata Ibnu Hajar dalam takhrij Al-Adzkar: “Hadits Hasan”.
Beliau juga berkata: “Ini adalah hadis paling kuat tentang keutamaan membaca surat Al-Kahfi”.
Lihat “Faidlul Qadir” (6/198).
Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam “Shahih Al Jami’ (6470).”
—————–

Ref: WAG Oman indonesia

Jangan berbantah-bantahan

Mari amalkan “Sunnah” dalam kehidupan sehari-hari, jangan sibuk ribut, berbantah-bantahan, saling adu argumentasi dan berdebat saja, nanti catatan amal kita hanya hanya berisi debat saja…
Udah_Gitu_Ajah

Ini ada nasehat bagus;

‏قال الشيخ مصطفى السباعي -رحمه الله -:
‏” نشر رأيك بين الناس في مقال واحد، أنفع لك من مجادلة خصومك المعاندين شهرا كاملا”.
‏[ هكذا علمتني الحياة ص ١٦٩ ]

Berkata Syaikh Musthafa As-Siba’i rahimahullah:
“Anda sebarkan pandangan Anda dalam satu tulisan itu adalah lebih bermanfaat bagi Anda daripada berdebat dengan penentang Anda yang keras kepala satu bulan penuh”.
[Dari kitab “Hakadza ‘Allamatnil Hayah” hlm 169]

Ref: WAG Oman Indonesia

Ada apa dibalik pembelian WhatsApp oleh Facebook

Beberapa hari ini situs berita dunia banyak memberitakan aksi korporasi Facebook mengakuisisi WhatsApp.
Note, ini bukan merger ya.
Coba logikakan kondisi saat ini jumlah pengguna WA 450 juta dgn 70% active users, lets say punya potensi sampai 1 juta pengguna dlm jangka waktu  pendek kedepan. Dgn revenue USD 1 per user per tahun, bs dpt berapa? Apakah cukup untuk menutupi harga pembelian yg mencapai USD 19 miliar (Dlm bentuk cash & saham)? Anyway, dgn pembelian WA ini harga saham FB sempat naik.
Sementara ada kabar jg bahwa Google sempat nge-Bid WA di angka USD 10 miliar, yg kabarnya itu seminggu sebelum FB resmi akuisisi WA.
Mungkinkah langkah FB ini sebenarnya untuk menjegal langkah Google yg akan makin hebat apabila mengakuisisi WA yang sangat mungkin mengancam FB di kemudian hari?

Manajemen Waktu

Seringkali saya tidak memperhatikan waktu, terutama dalam hal pengalokasian waktu. Memang untuk set prioritas penggunaan waktu bukanlah hal yang mudah. Tapi sebenarnya perlu.

Pemanfaatan waktu siang dan malam itu sangat penting. Ibn Qayyim al-Jauziyah menegaskan bahwa menyianyiakan waktu itu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu itu dapat memutus hubungan dengan Allah dan akhirat. Sedangkan kematian hanya memutus dari kehidupan dunia dan keluarga saja. Orang-orang yg menyia-nyiakan waktu akan kehilangan kesempatan untuk investasi bagi kehidupan akhiratnya.

Kata kunci manajemen waktu adalah Disiplin dan Penyegeraan kewajiban, tugas, dan pekerjaan. Agar fungsional dan bermakna, manajemen waktu harus senantiasa dikawal dgn kesadaran “wal ashri”.
Waktu menjadi bermakna jika dilandasi iman yg kokoh, ditindaklanjuti dgn berbagai kesalehan, dibarengi pencarian kebenaran, dan diperindah kesabaran.

Semoga kita semua optimal me-manage waktu, sehingga hidup menjadi lebih berkah dan bermakna. Wallahu a’lam.

Sebagai org yg masih sering membuang-bunag waktu, nulis hal diatas sebenarnya sangat berat beban moralnya. Tapi mudah2an jadi pengingat untuk selalu introspeksi diri dlm pengelolaan waktu 🙂